Sidoarjo – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Agus Suhartono, mengatakan bahwa hingga kini fungsi dan peran Pusat Penerbangan TNI-AL belum maksimal.
Kamis, 17 Juni 2010
Kasal: Fungsi Penerbal Belum Maksimal
Sidoarjo – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Agus Suhartono, mengatakan bahwa hingga kini fungsi dan peran Pusat Penerbangan TNI-AL belum maksimal.
Selasa, 28 April 2009
TNI AL Bantah Pesawatnya Jatuh, Hanya Mendarat Darurat
Selasa, 28/04/2009 17:14 WIBDemikian dijelaskan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AL, Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E, dalam siaran persnya kepada detikcom, Selasa (28/4/2009).
Menurut Iskandar, pesawat tersebut mengalami gangguan mesin ketika sedang melaksanakan latihan terbang Perwira Siswa Penerbang Angkatan XVII Sekolah Penerbangan Komando Pendidikan dan Pengembangan TNI AL (Kobangdikal) pukul 09.40 Wib. Pesawat tersebut take off dari runway 13 Lapangan Udara Achmad Yani pada pukul 09.00 Wib.
Pesawat latih tersebut rencananya akan melaksanakan training siswa Pendidikan Penerbangan (Dikbang) Angkatan XVII. Pada saat melaksanakan di left down wind runway 13, pesawat diperintahkan untuk extend down wind dari Tower.
"Saat melakukan extend downwind itulah, pesawat mengalami kegagalan mesin (engine failure). Namun karena adanya extend downwind itulah pesawat tidak mampu sampai runway, dan pilot mengambil keputusan untuk melaksanakan pendaratan darurat kurang lebih 200 meter dari runway 13," ujar Iskandar.
Akibat kejadian itu, Pilot Letkol Laut (P) Imam Musani yang sekaligus sebagai instruktur dan Pasis Penerbang Lettu Laut (P) Ruby Mohtar mengalami luka-luka. Keduanya kini dirawat di Rumah Sakit Pusnerbad, Semarang. Sedangkan pesawat latih tersebut hanya mengalami kerusakan kecil di sayap kanan dan kini diupayakan ditarik ke Lanud oleh anggota Pangkalan TNI AL Semarang bekerjasama dengan Lanud dan Angkasa Pura.
Pesawat dari Skuadron 200 Pusat Penerbangan TNI AL ini adalah buatan Socata, Prancis dan diresmikan sebagai pesawat latih TNI AL 30 Nopember 2005. Pesawat tersebut memiliki panjang 25,43 feet, lebar 32,84 feet, tinggi 9,91 feet, berat max 1.060 kg, dan berat makmimal 1.060 kg.(djo/djo)
Pesawat TNI AL yang Jatuh Sedang Touch and Go
Selasa, 28/04/2009 16:55 WIB"Mereka sedang latihan. Dalam dunia penerbangan disebut touch and go," kata petugas bandara Ahmad Yani yang enggan disebut namanya, Selasa (25/4/2009).
Petugas bandara tersebut menjelaskan, pesawat dengan baling-baling kecil di depan itu . Itu dinaiki dua orang, instruktur dan siswanya. Sang instruktur bernama Letkol Imam Muzani, sedangkan siswanya bernama Robi.
"Keduanya dilaporkan selamat, hanya luka ringan," ungkapnya.
Pihak TNI AL tak bersedia memberi keterangan tentang kronologi dan penyebab jatuhnya pesawat bernomor registrasi L-208 tersebut. Wartawan yang meliput sempat bersitegang, baik sebelum dan setelah evakuasi.
Nelayan dan warga setempat juga ikut bungkam. Meski mengetahui peristiawa itu, mereka tak mau sedikit pun berkomentar atas jatuhnya pesawat itu.
Tak jelas, kemana instruktur dan siswanya dan pesawat itu sendiri dibawa. Lokasi kejadian tak jauh dari hanggar bandara, Penerbad, maupun Markas TNI AL. Tak banyak warga yang penasaran menyaksikan jatuhnya pesawat, karena lokasi dijaga ketat.(try/djo)
TNI AL Bentuk Tim Penyelidik
Sebelum diterbangkan pesawat buatan Amerika Serikat itu sudah melewati cek kelayakan.Selasa, 28 April 2009, 16:20 WIB
VIVAnews - Untuk memastikan apa sebenarnya penyebab kerusakan, yang mengakibatkan pesawat mendarat darurat, TNI AL akan membentuk tim penyelidikan dari pusat penerbang Angkatan Laut.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul mengatakan, padahal sebelum diterbangkan pesawat buatan Amerika Serikat itu sudah melewati cek kelayakan.
"Usia pesawat pun masih muda, baru 6 tahun," kata Laksaman Pertama Iskandar Sitompul, kepada wartawan, Selasa 28 April 2009.
Pesawat latih milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mendarat darurat di Pantai Maron, Semarang Selatan Jawa Tengah. Pendaratan darurat dilakukan karena pesawat mengalami kerusakan mesin.
Iskandar Sitompul mengatakan dua orang anggota TNI AL menjadi korban dalam kejadian itu. Yaitu pilot pesawat Letnan Kolonel Iman dan satu orang anak buahnya yang belum diketahui namanya. "Mereka mengalami luka-luka, dan sedang dirawat di rumah sakit," ujar Iskandar.
Kronologis kejadian ini, kata Iskandar dimulai saat pesawat latih jenis Tobacco-10 itu take off dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Setelah mengudara beberapa saat pada pukul 10.30 WIB terjadi gangguan mesin. "Daripada dipaksa malah jatuh, maka didaratkan darurat saja," ujar Iskandar.
Pendaratan dilakukan disekitar persawahan dan tambak. Namun pesawat mengalami kerusakan cukup parah karena saat akan mendarat terkena hempasan angin kencang. "Sayapnya patah," kata Iskandar.
TNI AL: Pesawat Mendarat Darurat, Bukan Jatuh
Pesawat terpaksa mendarat di sekitar tambak di Pantai Maron karena gangguan mesin.VIVAnews - Pesawat latih yang mengalami kecelakaan di Pantai Maron, Semarang merupakan pesawat milik TNI AL. Pesawat dipastikan bukan jatuh, tapi mendarat darurat. Dua awaknya selamat.
"Pesawat bukan jatuh, kalau jatuh bisa meledak. Tapi mendarat darurat di sekitar tambak yang ada di sana," kata Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul saat dikonfirmasi VIVAnews, Selasa 28 April 2009.
Menurut Iskandar, pesawat terpaksa mendarat darurat karena pengalami gangguan pada mesin. "Sesuai prosedur, dengan kondisi itu tidak bisa dipaksakan terbang," kata dia.
Pesawat latih tersebut, katanya, berkapasitas dua penumpang. Saat mendarat darurat pesawat diawaki satu instruktur dan satu siswa penerbang. "Semuanya selamat, meski tidak ada luka, sesuai prosedur mereka harus menjalani pemeriksaan," kata dia.
Pesawat yang mendarat darurat pukul 10.30 WIB itu, menurut Iskandar, saat ini sedang dalam proses evakuasi. "Kan baru terjadi 2,5 jam yang lalu, jadi masih proses evakuasi," katanya.
TNI AL: Pesawat Mendarat Darurat, Bukan Jatuh
Pesawat terpaksa mendarat di sekitar tambak di Pantai Maron karena gangguan mesin.VIVAnews - Pesawat latih yang mengalami kecelakaan di Pantai Maron, Semarang merupakan pesawat milik TNI AL. Pesawat dipastikan bukan jatuh, tapi mendarat darurat. Dua awaknya selamat.
"Pesawat bukan jatuh, kalau jatuh bisa meledak. Tapi mendarat darurat di sekitar tambak yang ada di sana," kata Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul saat dikonfirmasi VIVAnews, Selasa 28 April 2009.
Menurut Iskandar, pesawat terpaksa mendarat darurat karena pengalami gangguan pada mesin. "Sesuai prosedur, dengan kondisi itu tidak bisa dipaksakan terbang," kata dia.
Pesawat latih tersebut, katanya, berkapasitas dua penumpang. Saat mendarat darurat pesawat diawaki satu instruktur dan satu siswa penerbang. "Semuanya selamat, meski tidak ada luka, sesuai prosedur mereka harus menjalani pemeriksaan," kata dia.
Pesawat yang mendarat darurat pukul 10.30 WIB itu, menurut Iskandar, saat ini sedang dalam proses evakuasi. "Kan baru terjadi 2,5 jam yang lalu, jadi masih proses evakuasi," katanya. VIVAnews
Pesawat TNI AL Mendarat di Muara Silandak, Penumpang Selamat
Pantauan detikcom di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2009), badan pesawat berukuran kecil tersebut tampak kotor oleh lumpur. Namun demikian, tidak terlihat adanya kerusakan berat yang dialami pesawat berwarna putih dan biru itu.
Sekitar pukul 12.30 WIB, pesawat tersebut dievakuasi dari muara Sungai Silandak ke darat. Untuk menarik badan pesawat tersebut, petugas menggunakan dua buah traktor.
Sejumlah warga yang ditemui detikcom mengatakan, sempat melihat penumpang pesawat tersebut. Para penumpang yang belum diketahui jumlahnya itu selamat.
"Tadi para penumpangnya dievakuasi pakai perahu karet anggota TNI," ujar salah seorang warga.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai kejadian ini. Sejumlah petugas kepolisian dan TNI di lokasi kejadian menolak memberikan komentar.(try/djo)
Pesawat Latih TNI Jatuh di Semarang
Petugas dari Penerbad saat ini sedang melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat.VIVAnews - Sebuah pesawat latih milik TNI jatuh di sekitar Pantai Maron, Semarang. Tiga awak pesawat tersebut selamat.
Petugas jaga Lanumad Achmad Yani yang dikonfirmasi VIVAnews, Selasa 28 April 2009 membenarkan peristiwa tersebut. Namun ia tidak bersedia menjelaskan lebih rinci soal jenis dan kapan pesawat itu jatuh.
"Benar ada pesawat latih yang jatuh, tapi saya belum berani memberikan informasi lebih detil. Nanti saja," kata petugas jaga tersebut. Menurutnya, petugas masih melakukan evakuasi. "Tunggu saja informasi dari lapangan nanti," kata dia.
Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Pertama Sagom Tamboem yang dihubungi terpisah mengaku masih mencari informasi soal jatuhnya pesawat itu. "Saya baru kontak-kontak Semarang, tapi tampaknya masih di lapangan sehingga sulit dihubungi. Saya belum dapat informasi apapun. Jadi belum bisa komentar," kata dia.• VIVAnews
Pesawat TNI AL Jatuh di Semarang Jenis Cessna, Berpenumpang 2 Orang
"Kedua penumpang hanya mengalami luka ringan," ujar seorang anggota TNI yang tak ingin disebutkan identitasnya di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2009).
Saat ditanya mengenai sebab-sebab jatuhnya pesawat, petugas tersebut mengatakan masih dalam penyelidikan.
"Sabar, nanti akan ada yang memberi keterangan resmi," ujarnya menutup pembicaraan.
Hingga pukul 13.15 WIB, proses evakuasi pesawat tersebut masih berjalan. Para petugas menebang sejumlah pohon yang menghalangi pemindahan badan pesawat tersebut.(try/djo)
Pesawat Latih yang Jatuh di Semarang Milik TNI AL
Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Pesawat latih yang jatuh di sekitar Pantai Maron, Semarang bagian barat, Jawa Tengah, adalah milik TNI AL dan bukan milik TNI AD. Prajurit TNI AD dikerahkan hanya untuk melakukan penjagaan di lokasi kecelakaan.
"Kita sudah cek, itu milik TNI AL. Kita hanya melakukan penjagaan di sekitar lokasi saja," kata Kadispen TNI AD Kolonel Christian Zebua kepada detikcom, Selasa (28/4/2009).
Namun Zebua menolak menjelaskan detail peristiwa itu. "Informasinya ke Angkatan Laut saja," elaknya.(nal/nrl)
